9/06/2019

Support System

Terima kasih sudah selalu ada saat ku curhat
sampai nangis-nangis menyelesaikan tugas akhir ini :')
Mohon maap yaa atas salah kata dan sikap
Wi, senyum dong || Kayak gimana?||
Liat sini deh *Yak! Tahan tawa pun dimulai 🤣*




Paling setia dan paling sabar, dampingiku sampai pakai toga

Ceriwis vs Pendiam
Suksma Bli De, yg paling sabar ngadepin keceriwisan aku selama ini
yg udah support dan luangin waktu buat bantu aku selesaikan tugas ini :)
Aylafuuuu pokoknya

9/05/2019

Perjalanan Sekolah Magister

4 Juli 2019 merupakan hari bersejarah dalam hidup saya. Penentuan hasil saya sekolah magister kurang lebih dua tahun di kampus yang saya impikan semenjak saya duduk dibangku SMP. Kesempatan untuk menjadi mahasiswa di universitas yang saya impikan ini berawal dari semenjak saya lulus SMA. Saya mencoba mengambil semua kesempatan yang ada di depan mata saya untuk bisa menjadi mahasiswa kampus impian ini. Dari mulai jalur PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan), Bidik Misi, SNMPTN hingga ujian seleksi terpadu. Namun, satu persatu impian itu gugur setelah pengumuman hasil masing-masing jalur menyatakan saya belum bisa menjadi mahasiswa universitas negeri di tahun 2011, saat lulus SMA.

Rasa sedih dan kecewa pun tak bisa saya pungkiri. Saat itu saya merasa menjadi orang yang paling gagal karena belum bisa membuat orang tua saya bangga. Saya pun memutuskan untuk mendaftar di kampus swasta di tahun 2011. Lagi-lagi, saya membuat keputusan yang membuat orang tua saya sedikit kecewa. Terlepas dari rasa kecewa, orang tua saya tetap mendukung saya untuk tetap kuliah meski pun bukan di universitas negeri yang diinginkan, karena masih ada kesempatan ditahun ajaran berikutnya. Singkat cerita, saya pun menepati janji saya kepada orang tua saya untuk mengambil kesempatan kedua, yaitu mengikuti tes SNMPTN dan ujian seleksi terpadu dengan pilihan universitas dan program studi yang masih sama ditahun pertama saya lulus SMA. Namun, hasil yang diinginkan pun masih sama. Belum diterima.

Baiklah, saya pun menerima dengan lapang dada dan menyadari kalau kehidupan sekolah saya masih harus terus berjalan. Saya pun berusaha untuk mengubur impian saya itu dalam-dalam, dan kembali hidup dengan teman-teman kampus saya yang hingga saat ini mereka sudah saya anggap sebagai keluarga. Kehidupan perkuliahan hari demi hari membantu saya untuk lupa bahwa saya masih punya kesempatan untuk kuliah di universitas negeri impian saya. Setelah lulus sekolah sarjana tahun 2015, keinginan saya untuk sekolah di universitas negeri kembali hadir. Tanpa pikir panjang saya pun menguatkan tekad untuk kembali mengikuti tes ujian terpadu disemester ganjil universitas negeri impian saya itu. Namun, hasil yang saya peroleh masih sama. Belum diterima. Status saya saat ini adalah job seeker, akhirnya saya memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu untuk mengumpulkan biaya kuliah. Tahun 2016, semester genap perkuliahan saya pun mencoba kembali tes ujian terpadu di universitas yang sama dan program studi yang sama. Dan.....hasilnya pun masih sama. Belum diterima. Saya pun memutuskan untuk fokus kerja. Tahun 2017, saya iseng untuk mengikuti ujian terpadu tanpa sepengetahuan orang tua saya dan tanpa persiapan yang matang. Seminggu sebelum ujian saya ditugaskan kantor saya saat itu untuk kegiatan di luar kota, hingga akhirnya saya kembali ke Jakarta dua hari sebelum ujian. Satu hari sebelum ujian saya manfaatkan untuk mereview soal-soal ujian tahun-tahun sebelumnya, dengan kondisi badan yang cukup lelah. Tapi, rasa lelah itu seakan hilang ketika saya berkhayal kalau saja saya benar-benar diberi kesempatan untuk bisa menjadi mahasiswa di kampus impian.

Sebulan kemudian, setelah ujian saya mencoba menguatkan hati saya untuk membuka website penerimaan mahasiswa, kondisinya saya baru saja mendarat dari luar kota karena tugas kantor. Tepat tanggal 2 Mei 2017, akhirnya website penerimaan mahasiswa bersahabat dengan saya. Terdapat sebuah kalimat yang menyatakan bahwa saya DITERIMA! Puji Tuhan setelah perjalanan dan penantian panjang, saya pun bisa merasakana bagaimana bahagianya bisa diterima di universitas negeri impian. Sore hari saat orang tua pulang kerja, secara spontan saya peluk orang tua saya dan saya ucapkan terima kasih banyak atas dukungan dan doanya selama ini. 


Akhirnya bisa foto depan gedung ini :')
28 Ags 2019, Gladi Bersih Wisuda


Rasa Karasa Pinrang

Mendengar kata Karasa, apa yang ada dipikiran pembaca?

Ini pengalaman saya circa Oktober 2017 saat kunjungan kerja ke daerah di Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Pinrang. Masyrakat di sana menerima baik kedatangan saya dan rekan kerja saya. Kami diberi kesempatan untuk mengunjungi tempat pembuatan cemilan khas Pinrang, Karasa.

Tepung beras dijemur (Dok. Pribadi)
Informasi yang saya dapat, Karasa merupakan kue utama yang disajikan oleh warga Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang untuk para tamu yang datang. Kue ini sudah ada dari puluhan tahun lalu, cicra tahun 80. Bahan dari kue Karasa ini cukup sederhana yaitu dari tepung beras dan gula merah. Tidak heran saat kita mencobanya rasanya begitu manis namun sangat cocok untuk temang kopi atau teh. Warga setempat cukup baik memanfaatkan hasil pertaniannya, salah satunya dengan membuat cemilan dari tepung beras.  Berikut saya bagikan dokumentasi pembuatan Karasa:


Mengolah tepung beras dengan gula merah (Dok. pribadi)

Cara menggoreng adonan (Dok. Pribadi)




8/13/2019

Hello, My ❤





Hello, my love!
I’ve been searching for someone like you
For most my life
Happiness ain’t a thing I’m used to
You could have fallen hard for anyone
Plenty of fish in the sea, hey now
For all of time, now I know
It’s just my angel and me




Tempat terkuat dan ternyaman untuk bersandar adalah:
🗸 keluargaku
🗸 bahu Bli 'De ku 🤣






6/19/2019

Pulang

Kapal itu telah berlayar cukup jauh
Berlabuh ke berbagai tempat
Hendak mencari pelabuhan yang layak
Sesekali Ia singgah barang sejenak
Lalu, berlayar kembali

Sekian ribu miles jarak yang sudah dilalui
Beribu hari telah terlewati
Namun, Ia tak kunjung tampak
Mungkin juga sudah tak sudi untuk singgah di tempat usang ini
Ia lebih memilih untuk singgah di pelabuhan tua yang menurutnya lebih layak
Namun, ternyata Ia singgah hanya sejenak
Lalu, berlayar kembali

Dan menghilang dari radar bumi

Tak disangka esok hari Ia kembali
Dan memilih tempat ini untuk Ia singgahi
Pelabuhan usang yang awalnya Ia ragukan
Kini Ia singgah dengan meyakinkan

Terima kasih telah memilih untuk pulang
Karena di sinilah pelabuhan yang kau butuhkan dan inginkan

Selamat datang, semoga kau nyaman. :)

TM 💙
Depok
Juni 2019

5/21/2019

💙

He knows how to treat his family. 
He knows how to be a friend. 
He is a lover at heart. 
I'm in love with it.  
💙

Jakarta
TM, 2019

1/02/2019

2018

Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan.
Malam diakhir 2018 dan awal 2019, saat lepas sambut tahun.

Hi, para pembaca blog saya. Selamat Tahun Baru 2019!

31 Desember 2018 adalah hari dimana seluruh warga di bumi ini bersiap menyambut tahun 2019.
Hari terkakhir dipenghujung tahun 2018.

Banyak sekali pelajaran yang saya terima di tahun 2018, mulai dari pekerjaan, pendidikan, asmara, hingga kehidupan sosial lainnya. Kalau digambarkan dengan grafik, mungkin keadaan lahir dan batin saya naik turun, tidak stabil. Saya mau flashback apa yang saya alami disepanjang tahun 2018 sebagai bahan renungan dan perbaikan diri.

Pekerjaan
Awal tahun 2018, saya masih melanjutkan karir saya sebagai seorang asisten tenaga ahli dari luar negeri yang bekerja di Tanah Air. Sebelumnya (Okt-Des 2017) saya sudah mulai bekerja di tempat ini dan ternyata kontrak saya diperpanjang hingga saat ini. Di tempat ini saya sangat senang sekali, karena memperoleh banyak ilmu dan banyak belajar dari atasan saya. Sebagai informasi saya bekerja di sektor pertanian, tapi saya berlatar belakang Sastra. Sangat bertolak belakang memang, tapi saya menikmati ini semua sebagai rasa syukur saya kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang memberikan saya kesempatan untuk belajar berbagai ilmu tidak hanya di bidang sastra. Karena sebelumnya saya pernah bekerja sebagai medical event organizer (EO) di salah satu perusahaan yang cukup kompetitif di Jakarta. Di perusahaan ini saya mempelajari dua bidang sekaligus, bidang kedokteran serta bidang per-EO-an. Dan di penghujung tahun 2017 hingga 2018 saya mempelajari bidang pertanian. Di tempat saya saat ini, saya berkesempatan untuk berkomunikasi dengan banyak orang asing. Saya merasa sangat ditempa di tahun 2018 ini. Saya dituntut untuk bisa mengikuti ritme bekerja dengan orang asing namun di sisi lain saya juga harus paham bagaimana harus menempatkan diri. Karena saya ditempatkan di kantor pemerintahan Indonesia. Saya dituntut untuk bisa menyeimbangkan budaya bekerja antara budaya luar dan budaya Indonesia. Seiring berjalannya waktu saya mulai bisa beradaptasi dengan keduanya, saya berusaha untuk bisa menempatkan diri dan menghormati para senior saya di sini. Meskipun ada saja rekan kerja yang kurang sepaham. Itu hal biasa! dan di taun 2019 ini saya pun masih melanjutkan karir saya di tempat ini. :) 

Pendidikan
Memasuki semester ke-2 di awal tahun 2018, jadwal kuliah semakin padat merayap. Belum lagi tugas-tugas yang diberikan. Senin-Jumat jadwal kuliah saya full. Pulang kerja, saya lanjut ke kampus. Itu pun kalau tidak ada lembur dari kantor. Kalau lembur atau mungkin tugas luar kota, dengan sangat terpaksa saya harus izin tidak hadir perkuliahaan. Astungkara saya sudah terbiasa dengan aktifitas seperti ini dari awal semester 1. Kalau diperhatikan ini cukup menguras tenaga dan pikiran, karena lokasi kampus saya yang berada di Salemba dan tempat tinggal saya di Depok namun saya bekerja di daerah Pasar Minggu. Senyumin aja shaaay! Hahahaha

Melangkah di semester 3, jadwal kuliah sudah cukup ringan hanya 2 kali dalam seminggu namun ada tugas spesial; konferensi dan tugas akhir! Dang! Selamat menikmati :)

Namun saya tetap bersyukur, karena saya berkesempatan kuliah di kampus yang saya inginkan semenjak lulus SMA. Setelah mengalami jatuh bangun tes ujian masuk di kampus terbesar di Indonesia. Ini semua berkat doa dan dukungan orang tua. *sungkem sama bapak dan ibu
Saat ini, saya sedang melanjutkan perjuangan tugas akhir. Mohon doa dari para pembaca yang saya hormati agar saya bisa menyelesaikan perkuliahaan ini di semester ke-4. Menurut kalendar akademik kampus tercinta, penyerahan tugas akhir dijadwalkan bulan Maret untuk tahap I dan bulan Juni untuk tahap II. Dengan kuasa Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan usaha yang saya lakukan semoga bisa terselesaikan di bulan Juni 2019 ini. Om Svaha!

Asmara
Nah ini! Kalau udah bahas ini semua rasa campur aduk deh. Dari mulai menjalin komunikasi biasa sama teman hingga komunikasi intens tapi lalu menghilang dengan jurus handal sampai gak tau itu kabarnya gimana; ada yang hanya mampir saja karena mungkin ybs merasa kesepian dan membutuhkan teman spesial, eh gak taunya malah dekat sama cewek lain juga. *Iya hati ini bak pelabuhan Gilimanuk kok. Santai aja; ada juga yang main-main, muncul-hilang-muncul (lagi)-hilang (lagi) kayak sinyal 4G di daerah pedalaman; ada yang udah deket banget setelah sekian ribu purnama akhirna dipertemukan eh karena kesalahan yang gak bisa ditoleransikan akhirnya kandas bak ombak yang menghantam bongkahan karang di tepi pantai. Jadikan semua ini pelajaran, biar kuat mental, lebih peka. As we grow up, we learn that even the one person that was not supposed to ever let us down! They just teach us how to share, to care, to love with their own way.  (: 

Ah, banyak deh tingkah laku para lelaki yang hadir di tahun 2018. Saya sangat mengapresiasi mereka yang telah hadir, banyak pelajaran yang saya dapat dari mereka. Mulai dari pengenalan watak, tingkah laku, pola pikir, sampai kehidupan sosialnya. Tak dipungkiri rasa sakit pasti ada, tapi masa iya mau terus-terusan? Gak toh? Yasudah saya ikhlaskan dan lapangkan saja pikiran serta perasaan ini agar lebih rasional karena untuk mencari teman hidup itu tidak semudah seperti di sinteron "0r4ng ke-3". Ya, siapa tahu di tahun 2019 ini akan benar hadir sosoknya. Mungkin saja kamu yang baca ini?  *eh hahaha. Becanda gengs! 

Kehidupan Sosial
Karena saya berkesempatan untuk bertemu banyak orang diberbagai kalangan dan dari berbagai negara di tahun 2018, saya banyak bersosialisasi dengan mereka untuk urusan pekerjaan, pendidikan atau bahkan hanya untuk menjalin komunikasi pertemanan. Mempelajari budaya satu sama lain dan belajar menghargai.

Terima kasih 2018, semoga di tahun 2019 akan lebih baik lagi dan mengagumkan!

Salam.

TM



7/27/2018

Senja Bersama Purnama

Sunyi merdu membalut Senja
Meraih rindu untuk jumpa
Pada Purnama melalui kata
Tersebut nama setiap doa

Purnama,
Hadirmu memberikan cahaya
Mengantarkan lara kembali ke tempat persembunyiannya

Purnama,
Senja dulu sunyi, kini kembali bernyanyi
Terima kasih hadirmu penuh arti
Tak ragu lagi untuk saling mengasihi

-TM-
Jakarta, 27 Juli 2018
Purnama Karo


7/24/2018

Sugarplum

Dear Sugarplum,

Thank you for being my friend, my brother, my teacher and my inspirator.
We know each other for a long time as a friend.
But now, day by day you look so different.
Not only your act but also your mind.
You told me that your home with someone else was broke.
You came to me by then.
But...you were gone with no reason and we did not talk for [almost] a year.
While you are away, I thought that you were looking for a new home.
So, I let you go.

A year later,
You came to me for the second time.
You said that you need "me time".
I understood.
You tried to make a new story with me by then.
I knew that. I felt that.
And this time, you are still beside me.
Thank for your time, I know you are a busy busy man.
We can build a new home for you, for me, for us.
I really appreciate that!

Jakarta, July 21, 2018


6/28/2018

Sukma

Raga ini boleh lelah,
Namun jiwa tak boleh nyerah.

Pernah merasa ingin selalu ada disamping orang yang disayang?
Kalau hanya satu orang tidak masalah, kalau banyak?

Sukma merasa lelah disituasi yang demikian,
satu sisi dia ingin selalu berada dekat dengan keluarga,
sisi lain Ia ingin selalu menemani sang pujaan hati yang sedang berjuang meraih cita-cita,
dan juga sahabat-sahabat terkasih yang sudah lama tak bersua.
Jarak dan waktu bukan penghalang.
Sukma tetap berusaha dan bersedia mengorbankan waktu agar dapat bertemu dengan mereka.

Suatu ketika raga Sukma merasa lelah, namun Ia tetap percaya ini semua tidak akan sia-sia.
Jiwa ini tidak boleh sakit, meski kerikil tajam menghampiri.

Dispertiga malam, Sukma menyampaikan pesan melalui doa:
Teruntuk keluarga,
Terima kasih selalu ada.
Semoga panjang umur, sehat dan bahagia.

Teruntuk kekasih,
Terima kasih telah hadir.
Semoga panjang umur dan sehat selalu.
Raih bintang itu, doaku menyertaimu.

Teruntuk sahabat,
Terima kasih telah menerimaku sebagai sahabatmu.
Sehat dan sukses selalu.


Sukma,
28 Juni 2018

5/13/2018

Pelajari dan Pahami

Biarkan yang singgah lalu pergi
Karena setiap sikap memiliki arti
Pelajari dan pahami
Untuk bekal dikemudian hari

- TM, 13 Mei 2018

3/09/2018

Tinggal atau pergi?

Dia yang hilang,
kini kembali.
Entah untuk tinggal,
atau pergi lagi.

-TM
Maret, 2018.

2/20/2018

Perbaikan Gizi



Bonjour!

Gambar pertama ini merupakan kunci informasi perjalanan saya. 
Ya! Yogyakarta.

Saya berkunjung ke Yogyakarta untuk menjalankan sebuah misi, yaitu mengetahui dimana Ninja Hatori berada. Ngga deh, bercanda.
Kunjungan saya ke Yogyakarta dan sekitarnya untuk melakukan sebuah survey mengenai  xxxxx, yang berhubungan dengan perkembangan pertanian di Indonesia.

Tidak hanya survey untuk kerjaan tapi kami (saya dan tim) survey kuliner juga hahahaha, untuk ketahanan tubuh dan keseimbangan pangan yang ada dalam tubuh kita saat turun ke lapangan.



Di bawah ini beberapa tempat makan yang kami kunjungi:
Buntelan hahaha

Sate Buntel














1. Sate Buntel
Untuk menu makan siang kami adalah sate buntel. Pertama saya dengan sate buntel, yang ada dipikiran saya adalah ikan buntal atau Myo buntal (nama hamster saya dulu) hahaha, tapi ternyata bukan gengs, sate ini adalah sate kambing. Lokasi rumah makan ini di daerah Solo, tapi saya lupa nama tempatnya huhu.

2.  Markobar
Selanjutnya, kami mengunjungi Markobar (Martabak Kota Barat) yang ada di Solo tidak jauuh dari lokasi sate buntal. Konon kata bapak Agus driver kami, di lokasi ini lah asal mula Markobar muncul. Berharap bisa ketemu Mas Gibran atau Mbak Selvi, tapi ketemu mas-mas yang buatnya aja, yowes rapopo. Tidak lupa saya bawa satu kotak 8 rasa untuk ngemil di hotel hehehe. FYI, di dekat kampus juga ada sih ini Markobar, di Jl. Raden Saleh Jak-Pus, tapi saya belum pernah ke sana sama sekali karena waktunya belum pas aja, hehe.






























 Nasi Gandul
Nah nasi ini cocok untuk makan malam, karena porsinya yang minimalis nan magis eh ngga deh, minimalis dan harga ekonomis suasana romantis. Makan ini nagih banget, kayaknya kalau buat temen2 yang gak ada pantangan makan malam lebih dari jam 7 malam atau bebas mau makan sebanyak apa di malam hari, porsi nasi gandul ini agaknya terlalu minimalis hehe, soalnya saya aja sampai nambah lho. Katanya sih romantis kalau dilihat dari spanduknya, tapi berhubung saya ke sini dengan teman2 kantor yaaa gimana yaa, romantis sih engga kayaknya tapi harmonis.








Nasi Gandul ini terletak di:
Description: C:\Users\hp\Documents\Survey Mekanisasi (11-22 Dec 2017)\Dokumentasi\20171218_194849.jpg

4.       Ikan Manyung
Keesokan harinya, saya berkunjung ke daerah Juwana di Semarang, yang terkenal dengan Ikan Bandeng Juwana. Tapi saya ke sini malah nyobain Ikan Manyung. Karena penasaran wujud Ikan Manyung itu seperti apa. Rasa dari bumbu ikan manyung ini pedas gengs, buat kamu pecinta pedas, cocok banget ini makan ini. Makan di siang hari bikin semangat lagi untuk lanjut kerja, karena mata melek kepedesan gengs hahaha.
Description: C:\Users\hp\Documents\Survey Mekanisasi (11-22 Dec 2017)\Dokumentasi\20171219_144931.jpg