7/30/2015

J(OUR)NEY



What’s on your mind when you see these pictures???






Yep! /ˈɑːsəm/ !
A view months ago, my friends and I went to Papandayan Mountain in Garut, West Java. It is the first time for me to climb a moutain. Lucky you Mt. Papandayan! You are my first love at the first sight for me. Finally, my parents allowed me to come with my friends. Thank you! Words can’t explain what I felt. Because so many times I told to my parents to give me a chance to climb, but my parents never allowed. Hiks. 

My friend said that Mt. Papandayan is known for beginner, and she said that I can do that. And...yep! I did! Mt. Papandayan at only 2665 meters above sea level, yaa.....it is better for the beginner like me :]

There are a steaming sulfur crater with its very sharp smell, I saw a beautiful Edelweiss meadow -how vast!-, a dead forest -I like it!-, and I can see the sunrise on the top of Mt. Papandayan. Amaziiing!
 

Dead Forest
Pancong Team. Great Team!


Waiting a-pretty-sunrise on the top!



 
That is our journey! Thank you.

Cremation Ceremony (Ngaben)

28/06/15, Negari is a village in Klungkung-Bali held a Cremation Ceremony (Ngaben). The ceremony lasted for quite a while because there are several stages before and after burning ceremony. Before discussing the Cremation Ceremony in Banjar Negari, Klungkung-Bali, first we will discuss about what Ngaben or Cremation Ceremony is.

Ngaben or cremation ceremony is a ceremony that very famous not only in Indonesia, but also in worldwide. Besides Hindu, cremation ceremony is also done by the other religions. However, Ngaben in Bali always attracts tourists to observe directly this ceremony. As I know, Balinese Ngaben Ceremony or Cremation Ceremony, is the ritual performed in Bali to send the ceased to the next life. It is a sacred and important ceremony for Balinese Hindu. The family hopes that human corpse relative will go to heaven and could reincarnate as a better person or even moksha (united with God).


Well, I want to share some pictures of Ngaben Ceremony in Banjar Negari, banjar in Balinese society is the smallest social unit.

Wadah or Temple Structure

Burning


Balinese Hindu believe that mortality is not the end of the life, but the beginning for a new better life.

6/10/2015

Pancong Team and '2665mdpl'

Hallo readers!
Saya mau berbagi cerita tentang perjalanan saya dkk ke Gunung Papandayan...

29 Mei 2015, saya berangkat dari rumah teman saya yang berada di daerah Citayam, rumah Cikadev. Disana sudah ada adek Ivone dan bang Lupus. Kami berangkat sekitar pukul 20.00 dari stasiun Citayam menuju stasiun Tanjung Barat dengan bekal yang lebih dari cukup, karena mama Cikadev telah mempersiapkan banyak cadangan makanan untuk kami. Setelah sampai stasiun Tanjung Barat kami melanjutkan perjalanan ke Pasar Rebo dengan maksud menggunakan jasa bus umum yang menuju Garut. Namun sayang, sesampainya kami di Pasar Rebo ternyata banyak sekali pendaki yang akan berangkat sehingga bus menuju Garut pun penuuuuh terusss! Hingga pukul 23.00 kami tidak kebagian bus menuju Garut.

Singkat cerita, bang Lupus menghubungi jasa travel yang biasa mengantar pendaki hingga ke tempat tujuan. Ada 3 orang dari pendaki yang kebetulan berangkat bareng dari stasiun Citayam, mereka pun diajak untuk menggunakan jasa travel yang sama. Eh ternyata mereka lebih memilih naik bus yang penuh dan mungkin tidak kebagian tempat duduk untuk sampai ke Garut. Yasudahlah ya akhirnya bang Lupus menawarkan ke pendaki lain yang beranggotakan 7 orang dalam 1 tim dan akhirnya mereka pun mau berangkat bareng kami dengan menggunakan jasa travel tersebut. Horeeee tamn-teman baruuu!!

Pukul 23.30 kami pun berangkat karena travel sudah menjempu kami di Pasar Rebo, gerimis pun menghampiri kami seakan pertanda kami diberkahi dalam perjalanan ini. :')

Pukul 06.30 kami tiba di pintu masuk wisata Papandayan dan beralih kendaraan dengan menggunakan pick up, sebelum itu kami mempersiapkan diri untuk MCK dan sarapan. Kami pun sampai di Pos 1 (Camp David) sekitar 10 menit menggunakan pick up dari pintu masuk tadi. Sebelu mulai pendakian, sesepuh kami aka bang Lupus memimpin doa agar diberi kelancaran saat perjalanan ke puncak dan saat kembali turun.

Berikut kami abadikan momen kami saat menuju puncak Papandayan dan saat kembali turun...

Mengabadikan momen di Pos 1 sebelum memulai pendakian



Kawah Papandayan


Tuan Takur wkwkwk





Astungkara sampai puncak Papandayan



Tegal Alun



3/12/2015

Ayok baca link ini, lalu tinggalkan jejak kritik dan saran anda :)

Om Swastyastu
Hallo readers!
Saya Luh Eka Margarita Setianingtyas, 21 years old.
Dalam rangka memperingati ulang tahun Peradah yg ke-31, saya ikut berpartisipasi dalam Lomba Menulis Populer. Syarat untuk memenangkan lomba  dilihat dari banyaknya viewer dan komentar dalam artikel tersebut.

Artikel saya ini mencakup opini saya mengenai pemuda Hindu, khususnya di Bali. Pemuda yang memiliki rasa optimis yg tinggi dalam pembangunan bangsa menuju bangsa yang mandiri. Karena, pemuda dinilai memiliki pemikiran yang kritis dan dalam melihat secara arif perkembangan bangsa saat ini.

Nah, bagi readers yang bersedia membantu saya untuk memenangkan kompetisi ini, dipersilahkan untuk membuka link di bawah ini dan tinggalkan jejak berupa kritik dan saran di kolom komentar artikel saya, bukan di blog ini. Thank you in advance!

Selamat membaca :)

http://edukasi.kompasiana.com/2015/03/11/kontribusi-dan-integritas-pemuda-hindu-menuju-bangsa-yang-mandiri-729280.html